Masih teringat saat di Pulau Dewata Bali santap malam di emperan toko seputaran jalan Teuku Umar Denpasar. Waktu itu saya memesan nasi goreng khas bali (di buku menunya tertulis
Balinese Fried Rice). Rasanya memang beda dibanding nasi goreng pada umumnya. Jika Pak Bondan pakar kuliner yang mencoba makanan ini pastilah terucap kata "Resep Nasi Goreng Khas Bali Mak Nyusssss".
Sampai di rumah saya coba browsing lewat mbah gugel, berapa kandungan gizi yang terdapat dalam 1 porsi nasi goreng khas bali ini. Biar kate rasanya enak, mana tau gizi malah sebaliknya. Dan eng ing engggg...ketemu nilai gizinya yaitu :
- Energi 442.5 kkal
- Protein 20.2 gram
- Lemak 11.7 gram
- Lemak Jenuh 3.7 gram
- Karbohidrat 66 gram
- Kolesterol 29.5 gram
- Serat 3.3 gram
- PUFA 5.2 gram
Ternyata sehat nyak babe ncang dan ncing. Gimana tidak sehat beras aja pake beras merah trus daging ayam tanpa kulit, rasa khas diperoleh dari bumbu bumbu alami. Pokoknya top markotop deh.
Karena penasaran, kali kedua saya datang bersama rombongan keluarga. Biar kalau saya nanya ini itu gak malu maluin hehehe... Dan begitu tiba di warung makan itu lagi, pelayannya langsung mengenali, entah apa karena saya cantik kali yee. Saya pun berkenalan dengan koki yang ternyata juga pemilik warung tersebut. Namanya Kadek, saya panggil aja Bli biar lebih akrab gitu.
Bli Kadek pun tidak segan segan membeberkan resep nasi goreng khas bali tersebut. Menurut dia, semakin banyak orang tau tentang masakan khas bali maka makin banyak orang mencintai Pulau Bali (benar juga ya).
Ia pun menyebutkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng ini yaitu :
- Sepiring nasi beras merah
- Daging dada ayam tanpa kulit sesuai selera
- Daun Kol diiris halus
- Putih Telur 1 butir
- Minyak Wijen secukupnya
- Bawang merah 2 butir dan bawang putih 1 butir
- Cabe merah dan tomat sesuai selera
- Terasi bakar sejumput
- Jeruk Nipis secukupnya
- Garam sesuai selera
Setelah bahannya lengkap iapun membuat nasi goreng khas pulau dewata tersebut, saya menyimak dengan seksama disamping Bli Kadek
- Panaskan setengah sendok makan minyak wijen. Tumis bawang merah, terasi, tomat dan cabe merah yang telah dihaluskan. Angkat lalu sisihkan.
- Keprak bawang putih lalu tumis dengan setengah sendok makan minyak.
- Masukkan potongan daging ayam dan aduk hingga warna ayam berubah.
- Tambahkan bumbu daum kol, aduk hingga layu.
- Tambahkan bumbu yang telah ditumis, putih telur dan nasi beras merah. Aduk hingga bumbu menyerap rata dan aroma bawang putih terasa.
- Angkat lalu taburi dengan air jeruk nipis dan potongan cabe secukupnya.
Dan jadi deh nasi goreng khas bali yang rasanya pasti enak sampai sampai ingin mencobanya berkali kali. Tips dari Bli Kadek yaitu
- Saat menumis bumbu jangan sampai kelewat matang alias hangus, karena ini akan mempengaruhi rasa nasi goreng khas bali tersebut.
- Nasi beras merah yang digunakan harus dalam keadaan dingin sebelum digoreng, karena jika nasi masih baru matang atau masih hot hot nya langsung digoreng maka rasa nasi goreng pasti kurang enak.
- Sajikan nasi goreng dengan sambal matah supaya cita rasa balinya lebih lengkap.
Waduh makasih ya Bli Kadek, kata saya tulus. Semoga masakan nasi goreng khas bali miliknya laris manis selama lamanya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Resep Nasi Goreng Khas Pulau Dewata Bali"
Posting Komentar